AWAN GELAP
Dia
menggantung di atas langit biru, menyendiri diantara putihnya awan lain.
Tak ayal
dia pun tersenyum ramah, menyapa dengan warna kelabunya yang membayang di
permukaan bumi. Memberikan keteduhan diantara teriknya sang mentari.
Cinta
bagai awan kelabu yang tak terdefinisi. Jika ia bersemayam diantara lubuk hati
maka tak akan terlihat. Sama halnya seperti awan kelabu yang bersembunyi
dibalik awan lain, malu-malu untuk menampakkan diri.
Cinta
pun seperti awan itu, terkadang malu-malu untuk mengungkapnya.
Awan
kelabu menyimpan berjuta air di dalamnya, kemudiam menjatuhkan air itu untuk
makhluk yang hidup di bawahnya.
Dia
sangat bermakna. Namun terkadang banyak orang menuduhnya dengan pandangan
negatif karena bagi mereka awan yang paling indah adalah awan biru.
Satu
sisi yang tak mereka ketahui bahwa awan gelap menciptakan aura yang berbeda,
meneduhkan setiap insan di bawahnya, menghias langit yang agaknya mulai tak
bersahabat.
Lantas
cinta dengan awan hanya sebuah penggambaran kasat mata. Tak ada yang tahu
dibalik kelabunya antara awan dan cinta. Apakah mereka menyimpan sebuah
kepedihan atau kesedihan?
Atau
mungkin antara cinta dan awan kelabu memiliki sejuta cerita yang menawan?
Cinta
bagai awan kelabu yang mana digambarkan sebagai suatu rasa yang belum jelas
makna sesungguhnya.
Selama
ini cinta hanya sebuah kata yang diucap setiap pasang manusia atau dengan
kerabat. Namun sesungguhnya rasa cinta itu begitu besar.
Tak ada
yang tahu rasa cinta di dunia ini sebesar apa. Maka cinta akan sama seperti
awan kelabu yang sulit terdefinisi tetapi memiliki makna yang terkandung di
dalamnya.
Cinta
bagai awan kelabu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar