Rabu, 15 Januari 2014

Awan Gelap

AWAN GELAP

Dia menggantung di atas langit biru, menyendiri diantara putihnya awan lain.

Tak ayal dia pun tersenyum ramah, menyapa dengan warna kelabunya yang membayang di permukaan bumi. Memberikan keteduhan diantara teriknya sang mentari.


Cinta bagai awan kelabu yang tak terdefinisi. Jika ia bersemayam diantara lubuk hati maka tak akan terlihat. Sama halnya seperti awan kelabu yang bersembunyi dibalik awan lain, malu-malu untuk menampakkan diri.

Cinta pun seperti awan itu, terkadang malu-malu untuk mengungkapnya.

Awan kelabu menyimpan berjuta air di dalamnya, kemudiam menjatuhkan air itu untuk makhluk yang hidup di bawahnya.

Dia sangat bermakna. Namun terkadang banyak orang menuduhnya dengan pandangan negatif karena bagi mereka awan yang paling indah adalah awan biru.

Satu sisi yang tak mereka ketahui bahwa awan gelap menciptakan aura yang berbeda, meneduhkan setiap insan di bawahnya, menghias langit yang agaknya mulai tak bersahabat.

Lantas cinta dengan awan hanya sebuah penggambaran kasat mata. Tak ada yang tahu dibalik kelabunya antara awan dan cinta. Apakah mereka menyimpan sebuah kepedihan atau kesedihan?

Atau mungkin antara cinta dan awan kelabu memiliki sejuta cerita yang menawan?

Cinta bagai awan kelabu yang mana digambarkan sebagai suatu rasa yang belum jelas makna sesungguhnya.

Selama ini cinta hanya sebuah kata yang diucap setiap pasang manusia atau dengan kerabat. Namun sesungguhnya rasa cinta itu begitu besar.

Tak ada yang tahu rasa cinta di dunia ini sebesar apa. Maka cinta akan sama seperti awan kelabu yang sulit terdefinisi tetapi memiliki makna yang terkandung di dalamnya.

Cinta bagai awan kelabu.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar