Sabtu, 02 November 2013

Dualisme Rasa



Dualisme Rasa

Ketika dua rasa yang berpadu. Saat menbenci untuk mencintai dan mencintai untuk saling membenci.
Dua kata berbeda makna, benci dan cinta. Siapapun orangnya mengenal kata benci ataupun cinta. Namun, tak banyak yang tahu kedua kata tersebut dapat berpadu menjadi sebuah dualisme rasa yang tak seorang pun yang tahu. Dua kata tersebut sebenarnya tak sepatutnya dapat mengikat satu sama lain, menjalin sebuah ikatan yang erat hingga menyatu dan tak lekang waktu. Cinta dan benci yang memiliki hubungan sebab dan akibat yang tak akan putus. Mencintai untuk membenci dan membenci untuk saling mencintai. Terkadang dua kata itu mejadi sangat sulit untuk dimaknai, diterjemahkan ataupun diukur berdasarkan standar konsistensi. Tak seharusnya rasa benci terselip diantara hati manusia yang rapuh, tak sepatutnya benci tumbuh diantara tanah subur hati yang akan ditumbuhi kasih bunga cinta yang elok dan tak seharusnya membenci sebagai alasan untuk saling mencintai. Cinta bukan hanya sebuah kata manis dan janji suci belaka. Cinta bukan sebuah ilusi atau delusi khayalan manusia dalam fiksi. Cinta bukan alunan musik yang merasuk jiwa. Cinta itu nyata. Cinta terpendam dalam hati manusia yang tak tahu letaknya. Rasanya tidak dapat dirasakan oleh alat indra apapun, bahkan hati pun sulit untuk merasakannya.


Bagaimana jika mencintai untuk saling membenci atau membenci untuk saling mencintai dapat terjadi?
Logika pasti tidak akan bisa mencerna bagaimana peristiwa itu dapat terjadi, membenci untuk mencintai. Untuk apa kita membenci untuk mencintai padahal sudah jelas kalau benci adalah rasa tidak suka pada seseorang sampai titik yang paling akut. Lalu, fenomena apa yang terjadi ketika rasa benci itu ternyata bibit untuk mencintai.
Benci sebenarnya beda tipis dengan cinta. Kalian tahu ketika kalian membenci seseorang maka pada saat itulah terselip sebuah rasa yang paling mendalam kendati kalian tidak tahu perasaan itu apa. Lantas benci dan cinta dapat berpadu menjadi sebuah filosofi yang unik. Bagaimana ketika benci untuk terus saling memendam rasa bahkan rasa benci kenapa perasaan cinta itu tumbuh. Terkadang banyak orang tak menyadarinya ada secercah rasa yang terselip dalam hati untuk mencintai.

Sebetulnya, untuk apa orang membenci orang lain. Tidak ada gunanya bukan? Bahkan kita makhluk sosial saling membutuhkan satu sama lain. Manusia memiliki perasaan yang tak kasat, sulit dipahami, bahkan oleh dirinya sendiri sulit dirasakan. Meskipun benci tak sepatutnya kita miliki, pasti ada rasa tidak suka terhadap seseorang yang kita miliki. Sewajarnya kita memiliki rasa tak suka seperti itu, karena sesuatu hal di dunia ini tidak ada yang sempurna. Semuanya butuh proses dan pembiasaan yang cukup lama.
Maka dari itu, berhati-hatilah dengan rasa benci sebab diantara benci terselip rasa cinta yang sama besar. Benci bukan berarti tidak menyukai seseorang karena benci bisa berarti membenci ketakutan akan kehilangan seseorang yang kita cintai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar