Dualisme Rasa
Ketika dua rasa yang berpadu. Saat menbenci untuk mencintai
dan mencintai untuk saling membenci.
Dua kata berbeda makna, benci dan cinta. Siapapun orangnya
mengenal kata benci ataupun cinta. Namun, tak banyak yang tahu kedua kata
tersebut dapat berpadu menjadi sebuah dualisme rasa yang tak seorang pun yang
tahu. Dua kata tersebut sebenarnya tak sepatutnya dapat mengikat satu sama
lain, menjalin sebuah ikatan yang erat hingga menyatu dan tak lekang waktu.
Cinta dan benci yang memiliki hubungan sebab dan akibat yang tak akan putus.
Mencintai untuk membenci dan membenci untuk saling mencintai. Terkadang dua
kata itu mejadi sangat sulit untuk dimaknai, diterjemahkan ataupun diukur
berdasarkan standar konsistensi. Tak seharusnya rasa benci terselip diantara
hati manusia yang rapuh, tak sepatutnya benci tumbuh diantara tanah subur hati
yang akan ditumbuhi kasih bunga cinta yang elok dan tak seharusnya membenci
sebagai alasan untuk saling mencintai. Cinta bukan hanya sebuah kata manis dan
janji suci belaka. Cinta bukan sebuah ilusi atau delusi khayalan manusia dalam
fiksi. Cinta bukan alunan musik yang merasuk jiwa. Cinta itu nyata. Cinta
terpendam dalam hati manusia yang tak tahu letaknya. Rasanya tidak dapat
dirasakan oleh alat indra apapun, bahkan hati pun sulit untuk merasakannya.
Bagaimana jika mencintai untuk saling membenci atau membenci
untuk saling mencintai dapat terjadi?
Logika pasti tidak akan bisa mencerna bagaimana peristiwa
itu dapat terjadi, membenci untuk mencintai. Untuk apa kita membenci untuk
mencintai padahal sudah jelas kalau benci adalah rasa tidak suka pada seseorang
sampai titik yang paling akut. Lalu, fenomena apa yang terjadi ketika rasa
benci itu ternyata bibit untuk mencintai.
Benci sebenarnya beda tipis dengan cinta. Kalian tahu ketika
kalian membenci seseorang maka pada saat itulah terselip sebuah rasa yang
paling mendalam kendati kalian tidak tahu perasaan itu apa. Lantas benci dan
cinta dapat berpadu menjadi sebuah filosofi yang unik. Bagaimana ketika benci
untuk terus saling memendam rasa bahkan rasa benci kenapa perasaan cinta itu
tumbuh. Terkadang banyak orang tak menyadarinya ada secercah rasa yang terselip
dalam hati untuk mencintai.
Sebetulnya, untuk apa orang membenci orang lain. Tidak ada
gunanya bukan? Bahkan kita makhluk sosial saling membutuhkan satu sama lain. Manusia
memiliki perasaan yang tak kasat, sulit dipahami, bahkan oleh dirinya sendiri
sulit dirasakan. Meskipun benci tak sepatutnya kita miliki, pasti ada rasa
tidak suka terhadap seseorang yang kita miliki. Sewajarnya kita memiliki rasa
tak suka seperti itu, karena sesuatu hal di dunia ini tidak ada yang sempurna. Semuanya
butuh proses dan pembiasaan yang cukup lama.
Maka dari itu, berhati-hatilah dengan rasa benci sebab
diantara benci terselip rasa cinta yang sama besar. Benci bukan berarti tidak
menyukai seseorang karena benci bisa berarti membenci ketakutan akan kehilangan
seseorang yang kita cintai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar