Dualisme Rasa
Ketika dua rasa yang berpadu. Saat menbenci untuk mencintai
dan mencintai untuk saling membenci.
Dua kata berbeda makna, benci dan cinta. Siapapun orangnya
mengenal kata benci ataupun cinta. Namun, tak banyak yang tahu kedua kata
tersebut dapat berpadu menjadi sebuah dualisme rasa yang tak seorang pun yang
tahu. Dua kata tersebut sebenarnya tak sepatutnya dapat mengikat satu sama
lain, menjalin sebuah ikatan yang erat hingga menyatu dan tak lekang waktu.
Cinta dan benci yang memiliki hubungan sebab dan akibat yang tak akan putus.
Mencintai untuk membenci dan membenci untuk saling mencintai. Terkadang dua
kata itu mejadi sangat sulit untuk dimaknai, diterjemahkan ataupun diukur
berdasarkan standar konsistensi. Tak seharusnya rasa benci terselip diantara
hati manusia yang rapuh, tak sepatutnya benci tumbuh diantara tanah subur hati
yang akan ditumbuhi kasih bunga cinta yang elok dan tak seharusnya membenci
sebagai alasan untuk saling mencintai. Cinta bukan hanya sebuah kata manis dan
janji suci belaka. Cinta bukan sebuah ilusi atau delusi khayalan manusia dalam
fiksi. Cinta bukan alunan musik yang merasuk jiwa. Cinta itu nyata. Cinta
terpendam dalam hati manusia yang tak tahu letaknya. Rasanya tidak dapat
dirasakan oleh alat indra apapun, bahkan hati pun sulit untuk merasakannya.